Pengaruh Marxisme dalam Pemikiran Soekarno

Syamsul Kurniawan

Waktu Soekarno muda di tahun 1926, ia pernah menulis tentang Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme, dan orang menganggapnya wajar-wajar saja. Tahun 20-an pemikiran Marx, lebih-lebih kritiknya yang tajam terhadap kapitalisme berpengaruh luas di kalangan tebatas kaum intelektual muda pergerakan nasional Indonesia saat itu. Namun waktu 35 tahun kemudian, Soekarno memodifikasi itu menjadi NASAKOM, Soekarno telah meloncat ke dimensi yang lain. Loncatan yang akhirnya mendaratkan bangsa ke dalam tragedi nasional yaitu munculnya Grakan 30 September 1965 dengan segala akibatnya. Dari alam cita-cita Soekarno meloncat ke dalam alam keras perebutan kekuasaan politik. Soekarno tidak cukup memperhatikan PKI sebagai sebuah partai komunis tulen, dengan ideologi marxisme-leninisme yang menolak pluralisme demokrasi. Kekhasan partai itu berbeda dengan partai-partai berbasis nasionalis dan agama.

Karl Heinrich Marx lahir pada tanggal 5 Mei 1818 di Trier , Rheinland Jerman tempat ayahnya membuka praktik sebagai seoran pengacara. Dia menamatkan sekolahnya di Trier pada usia 17 tahun, dan tahun 1835 menjadi mahasiswa Fakultas Hukum di univesitas Bonn selanjutnya tahun 1986 di pindah ke Universitas Berlin. Ada satu unsur yang khas dalam pemikiran Karl Marx, bahwa pemikirannya tidak tinggal dalam wilayah teori, melainkan sebagai ideologi marxisme dan komunisme, menjadi sebuah kekuatan sosial dan bahkan politik. Marx mengembangkan sebuah pemikiran yang pada dasarnya filosofis namun kemudian menjadi teori perjuangan sekian banyak generasi berbagai gerakan pembebasan, sedangkan dia dikenal dalam semua lapisan mayarakat sebagai simbol perjuangan.

Marx sendiri memang tidak pernah memahami pemikirannya sebagai usaha teoritis-intelektual semata-mata, melainkan sebagai usaha nyata dan praktis untuk menciptakan kondisi-kondisi kehidupan yang lebih baik. Marx selau menuntut agar filsafat menjadi praktis, maksudnya, agar filsafat menjadi pendorong perubahan sosial. Istilah marxisme sendiri tidaklah sama dengan ajaran Karl Marx, komunisme apalagi sosialisme. Melalui beragam pemikirannya, Marx mencapai ajarannya yang resmi yang dengan persetujuannya terutama oleh Engels dibakukan menjadi “marxisme” (juga teori resmi Marx dan teori sosialisme ilmiah) yang kemudian dibakukan atau didogmakan lagi oleh Lenin menjadi komponen dalam “marxisme-leninisme”, ideologi resmi kaum komunis.

Pemikiran sosialisme Marx di sini tidak hanya didorong cita-cita moral, melainkan juga berdasarkan pengetahuan ilmiah tentang hukum-hukum perkembangan masyarakat. Dengan demikian pendekatan Marx berubah dari yang bersifat murni filosofis menjadi semakin sosiologis. Marx memberikan suatu gambaran manusia sebagai makhluk yang seharusnya bebas dan universal, individual dan sosial serta alami, di sinilah humanisme Marx terlihat. Karl Marx dalam analisisnya juga dapat memastikan kapitalisme mengandung benih-benih keruntuhan dalam dirinya sendiri dan bahwa keruntuhan kapitalisme niscaya akan menghasilkan masyarakat sosialis.

Kritik agama Marx menjadikan seluruh konsepsinya terkesan atheis. Bermula dari kritik agama Feurbach yang dalam pandangannya bahwa manusia harus membongkar agama agar ia dapat merealisasikan potensi-potensinya. Teologi harus menjadi antropologi. Kritik Feurbach inilah lalu menjadi titik tolak seluruh pemikian Marx kemudian. Marx pun menulis bahwa manusia yang membuat agama, bukan agama yang membuat manusia. Agama adalah perealisasian hakikat manusia dalam angan-angan saja, jai tanda bahwa manusia justru belum berhasil merealisasikan hakikatnya. Agama adalah tanda keterasingan manusia tetapi bukan dasarnya. Maka menurut Marx, kritik agama harus menjadi kritik masyarakat. Kritik agama saja percuma karena tidak mengubah apa yang melahirkan agama. Bukan agama yang harus dikritik, melainkan masyarakat. Kritik surga berubah menjadi kritik dunia, kritik agama menjadi kritik hokum, kritik teologi menjadi kritik politik. Jadi bukan agama yang harus diselidiki, melainkan manusia, karena manusia adalah dasarnya yang nyata. Marx mempertanyakan keadaan apa yang membuat manusia mau beragama. Dengan demikian, kritik agama membawa Marx pada kesadaran bahwa sasaran kritik yang sebenarnya adalah masyarakat.

Banyak orang tidak menyangsikan cukup besar pengaruh Marx dalam pemikiran Soekarno. Sejak masih sebagai anak plonco pertama kali, dia sudah belajar dan kenal dengan teori marxisme dari seorang guru HBS yang berhaluan sosial-demokrat sampai memahamkan sendiri teori itu dengan membaca banya buku marxisme dari semua corak. Teori marxisme bagi Soekarno adalah satu-satunya teori yang dianggap kompeten buat memecahkan persoalan-persoalan sejarah, politik dan masyarakat. Agaknya ide atau pemikirannya tentang pemisahan agama dan negara serta kritiknya terhadap Islam juga dipengaruhi oleh kritik Karl Marx terhadap agama, yang dalam pandangannya akar permasalah itu ada dalam masyarakat, selain sebagai analisis sosial ekonomi Indonesia . Demikian juga Marhaenisme Soekarno merupakan marxisme yang diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi di Indonesia
Tetapi Soekarno tidak hanya menerapkan Marxisme. Ia juga secara berani dan kreatif merevisi marxisme. Di antaranya dengan menyingkirkan peran dominant proletar untuk diganti oleh Marhaen. Marhaen adalah kaum melarat di Indonesia , yang berbeda dengan kaum proletar, yang masih memiliki alat-alat produksi, walau dalam skala kecil. Teori marxis lain yang tidak dipakai oleh Soekarno adalah perjuangan kelas, karena ia melihat di Indonesia justru diperlukan persatuan dari berbagai golongan agar bias mengusir kolonialisme yang telah berkolaborasi dengan kapitalisme dan imperialisme. Dan berbeda dengan Marx yang tidak menyukai nasionalisme, justru Soekarno menganggap peran penting nasionalisme untuk melawan kapitalisme dan imperialisme di Indonesia. *

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s