Tak Cukup Sekedar Hasrat Memimpin

Oleh: SYAMSUL KURNIAWAN

DALAM kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya.

Banyak orang yang berhasrat menjadi pemimpin, sebagian di antara mereka mungkin tulus mengabdi, dan sebagian lain sebaliknya ingin memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan bagi dirinya dan golongannya. Tak heran untuk memuaskan “syahwat” menjadi pemimpin, di antara mereka rela menggelontorkan banyak uang dalam berkampanye, berpanas-panasan ketika mengobral janji, turun berjalan kaki ke tempat-tempat becek para penjual kaki lima untuk menarik simpati, dan lain-lain. Semua itu mereka kerjakan dengan harapan, masyarakat menaruh simpatik dan pada akhirnya di saat hari H pemilihan, pilihan jatuh kepadanya.

 

Saya mengapresiasi keinginan para pemimpin-pemimpin kita yang tampil dan mempromosikan dirinya, baik melalui kampanye-kampanye terbuka, melalui baliho, poster, stiker-stiker yang ditempel di kendaraan-kendaraan (khususnya mobil), dan berbagai atribut-atribut lainnya. Namun idealnya pemimpin tak cukup punya syahwat kepemimpinan saja, tapi juga pemimpin yang mampu mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai pemimpin.

 

Inginnya Masyarakat

Masyarakat pasti menginginkan pemimpinnya memberikan bukti-bukti dan bukan obral janji, menginginkan yang nyata dan bukan fatamorgana. Ini karena masyarakat kita sudah kenyang janji-janji kampanye dari calon-calon pemimpin mereka.

Oleh karenanya, para pemimpin yang kelak mendapat kesempatan menerima mandat kekuasaan masyarakat, sudah semestinya menggunakan kekuasaan itu demi menegakkan keadilan, perdamaian, dan pembangunan yang berkualitas dan kontinyu (berkelanjutan), demi terciptanya kesejahteraan sosial bagi segenap masyarakat. Bukan justru sebaliknya, membebani masyarakat dengan syahwat kepemimpinan yang tidak didukung sikap tanggung jawab dan kepedulian.

Menjelang perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalimantan Barat (Kalbar), harapan kita yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin yang mampu bekerja keras bersama-sama masyarakat yang ia pimpin dalam membangun Kalbar menjadi lebih baik lagi.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s