27 October 2012

SEMANGAT KURBAN BAGI PEMUDA

Posted in sosial budaya at 8:53 by Catatan Harian Syamsul Kurniawan

Oleh: Syamsul Kurniawan

ASAL usul ibadah kurban dalam Islam berawal dari peristiwa kurban Nabi Ibrahim a.s. bersama putranya, Nabi Ismail a.s. Dikisahkan dalam Al-Qur’an tentang pengurbanan Nabi Ibrahim as. dan putranya Nabi Ismail as., sebagai berikut:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!. Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggilah dia: Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-oranhg yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash Shaffat: 102-107)

Meski ibadah kurban dalam Islam berawal dari peristiwa kurban Nabi Ibrahim a.s. bersama putranya, Nabi Ismail a.s., namun umur pelaksanaan ibadah kurban sendiri boleh dikatakan sama tuanya dengan sejarah umat manusia. Ibadah kurban sudah dikerjakan oleh putera-putera Nabi Adam a.s., Habil dan Qabil.

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil)…” (QS Al Maidah: 7).

Relevansinya dengan semangat sumpah pemuda

Seperti kita tahu bahwa peringatan hari raya kurban tahun ini (26 oktober 2012) disusul dengan peringatan sumpah pemuda (28 oktober 2012).

Jika melalui perintah kurban, Islam menanamkan atau mengajarkan umatnya agar berjiwa “rela berkurban”, adakah relevansinya semangat kurban ini dengan semangat yang harusnya dimiliki para pemuda?.

Saya kira ada, karena tentu dari keduanya kita bisa memetik kesamaan semangatnya, yaitu “kerelaan untuk berkurban”. Mungkin dapat disederhanakan dari peringatan keduanya, kita dapat menarik benang merah perlunya semangat berkurban ditumbuhkan pada jiwa pemuda, supaya pemuda-pemuda kita dapat berbuat banyak pada bangsanya.

Dapat saya katakan bahwa pemuda kita memang sudah kehilangan semangat dan kerelaan dalam berkuban, bahkan untuk bangsa ini tempat di mana ia hidup dan mendapatkan penghidupan. Untuk bangsa ini pun dapat kita katakan pemuda sudah mulai melupakan semangat sumpah pemuda. Tengok saja bagaimana peringatan sumpah pemuda diperingati, kebanyakan hanya seremonial belaka. Tidak memberi inspirasi bagi pemuda itu sendiri untuk berbuat banyak pada bangsa ini. Bahkan, tawuran, aksi bom bunuh diri, narkoba, seks bebas dan lain-lain menampilkan potret buram kehidupan para pemuda kita sekarang ini. Tak banyak pemuda yang dapat berbuat banyak pada bangsa ini, bahkan tak sedikit pemuda-pemuda yang diberikan keberuntungan menempati tempat-tempat penting sebagai wakil rakyat yang bertingkah laku seperti penjilat, bahkan tak sering kita tengok di televise meraih prestasi sebagai terpidana korupsi. Ada apa ini?

Seharusnya pemuda kita sekarang dapat meneladani para pemuda kita di masa lalu dalam memaknai sumpah pemuda. Sekalipun mereka datang dan berasal dari berbagai daerah tapi bisa menyatukan visi dan misi pentingnya kemajemukan bukan menampilkan ego masing-masing. Mereka rela “mengurbankan” ego mereka masing-masing untuk bersatu dan berbuat lebih banyak pada bangsa ini. Mereka punya kesadaran yang sama dan cita-cita yang sama untuk berbuat banyak pada negeri ini. Jadi inti dari sumpah pemuda adalah kesadaran bersama untuk menumbuhkembangkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa secara kolektif, dan semangat ini juga semestinya diikuti dengan semangat berkurban dan berbuat banyak pada bangsa ini.

Bayangkan jika semangat hari raya kurban dan semangat sumpah pemuda ini mewujud dalam diri pemuda-pemuda kita, hal apa yang tak mungkin dilakukan oleh para pemuda, jangankan mencabut semeru dari akarnya, mengguncangkan duniapun pemuda kita bisa, seperti yang pernah diisyaratkan mendiang Presiden Soekarno. Namun tak banyak yang bisa diandalkan, sekali lagi, jika peringatan-peringatan sumpah pemuda hanya seremonial saja, tak meninggalkan bekas apa-apa.

Oleh karenanya baik semangat kurban dan semangat sumpah pemuda jangan sampai pudar dan cuma sekedar seremonial belaka. Mari kita simak pesan Soekarno yang dimuat dalam Suluh Indonesia Muda, 1928 sebagai berikut:

Oleh karena itu, mari kita pertama-tama haruslah mengabdi pada ruh dan semangat itu. Ruh muda dan semangat muda yang harus meresapi dan mewahyui segenap kita punya perbuatan. Jikalah ruh ini sudah bangkit maka tiadalah kekuatan duniawi yang dapat menghalang-halangi bangkit dan geraknya, tiadalah kekuatan duniawi yang dapat memadamkan nyalanya.”

Akhirnya, saya hendak mengucapkan selamat hari raya kurban dan selamat memperingati sumpah pemuda. Semoga terwariskan kepada kita, pemuda-pemuda bangsa, “semangat kurban” dari keduanya.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: